Tuesday, May 29, 2018

Bank Dan Lembaga Keuangan - Produk Jasa


PRODUK JASA
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Mengelola bank sangat berbeda dengan mngolah industri, baik dari segi jenis produk yang ditawarkan maupun dari segi waktu penawarannya. Mengemas produk perbankan tidak hanya terhadap produknya saja tetapi juga mengelolanya. Apalagi penjualan produk perbankan selalu disertai dengan administrasi yang baik dan kesanggupan serta kecakapan para SDM untuk menjualnya.
Ada 3 kelompok jasa bank yang perlu dikelola secara professional masing-masing adalah kegiatan menghimpun dana (Funding), menyalurkan dana (Lending) atau biasa disebut kredit dan jasa-jasa bank lainnya (Service). Ketiga kelompok ini harus dikelola secara bersama karena masing-masing saling berkaitan.
Dalam makalah ini, akan dijelaskan kelompok dana yang ketiga yaitu produk jasa-jasa bank lainnya yang merupakan penunjang produk bank antara funding dan lending. Jasa-jasa bank lainnya ini meliputi transfer, kliring, inkaso, penyimpanan dokumen, valuta asing dan lain sebagainya.
Keuntungan pokok perbankan adalah selisih bunga simpanan dengan  bunga pinjaman, sementara keuntungan dari jasa-jasa bank ini diperoleh dari biaya administrasi, komisi, sewa dan biaya lain-lainnya. Keuntungan dari kegiatan ini di dunia perbankan dikenal dengan fee based.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Jasa Bank Lainnya ?
2.      Bagaimana Keuntungan Jasa-Jasa Bank ?
3.      Apa Saja Jenis-Jenis Jasa Bank Lainnya ?





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Jasa Bank Lainnya (Service)
Jasa-jasa bank lainnya merupakan kegiatan perbankan yang ketiga. Tujuan kegiatan service adalah memperlancar jasa perbankan yang sudah ada semakin lengkap jasa bank yang diberikan, maka semakin baik, hal ini disebabkan jika nasabah hendak melakukan suatu transaksi perbankan, cukup berhenti di satu bak saja. Demikian pula sebaliknya jika jasa bank yang diberikan kurang lengkap, maka nasabah terpaksa mencari bank lain yang menyediakan jasa yang mereka butuhkan.
Kelengkapan jasa bank yang diberikan sangat tergantung dari kemampuan bank tersebut, baik dari segi modal, perlengkaan fasilitas sampai kepada karyawan yang mengoperasikannya. Semakin lengkap tentunya semakin banyak modal yang dibutuhkan untuk melengkapi peralatan dan personelnya.[1]
Disamping itu kelengkapan jasa bank tergantung dari jenis bank apakah bank umum atau bank perkreditan rakyat atau dapat puladilihat dari status bank devisa atau bank non devisa. Kemudian kelengkapan bank dapat dilihat dari status cabangnya, apakah cabang penuh, cabang pembantu atau  kantor kas.[2]

B.     Keuntungan Jasa-Jasa Bank
Disamping keuntungan utama dari kegiatan pokok perbankan yaitu selisih bunga simpanan dengan  bunga pinjaman (Spread Based) maka pihak perbankan juga memperoleh keuntungan lainnya yaitu dari transaksi yang diberikan dalam jasa-jasa bank lainnya (Fee Based).
Keuntungan jasa bank semakin dibutuhkan dikarenakan keuntungan dari spread based  semakin kecil karena persaingan yang ketat dalam bidang ini, sementara keuntungan jasa bank walaupun  relative kecil, namun mengandung suatu kepastian juga penghasilannya yang cukup beragam. Yang paling penting adalah jasa bank ini sangat berperan memperlancar transaksi simpanan pinjaman.[3]


Keuntungan Jasa-Jasa Bank Lainnya antara lain:
1.      Biaya Administrasi
Pembebanan ini dikenalan untuk pengelolaan fasilitas tertentu seperti administrasi simpanan, kredit, dan lainnya.
2.      Biaya Kirim
3.      Biaya Tagih
Dikenakan untuk menagihkan dokumen-dokumen milik nasabahnya seperti jasa kliring dan jasa inkaso.
4.      Biaya Provinsi dan Komisi
Biasanya dibebankan kepada jasa kredit dan jasa transfer atas bantuan bank terhadap suatu fasilitas perbankan.
5.      Biaya Sewa
6.      Biaya Iuran[4]

C.    Jenis-Jenis Jasa Bank Lainnya
Dalam penjelasan terdahulu dikatakan bahwa kelengkapan jenis-jenis jasa bank yang dapat dilayani oleh tiap-tiap bank sangat tergantung dari kemampuan bank sendiri. Berikut ini akan dijelaskan jenis jasa bank yang dapat dikatakan lengkap untuk ukuran perbankan di Indonesia dewasa ini:
1.      Kiriman Uang (Transfer)
Yaitu jasa pengiriman uang lewat bank baik dalam kota, luar kota atau ke luar negeri. Lama pengiriman tergantung dari sarana yang digunakan untuk mengirim. Kemudian besarnya biaya kirim juga tergantung sarana yang digunakan.[5]
2.      Kliring
Yaitu jasa penyelesaian hutang piutang antar bank dengan cara menyerahkan warkat-warkat yang akan dikliring di lembaga kliring (cek, bilyet giro, wesel bank, surat bukti peneriamaan transfer dari luar kota dan lalu lintas giral/non kredit).
Lembaga kliring ini dibentuk dan dikoordinir dari Bank Indonesia. Peserta kliring adalah bank yang sudah memperoleh ijin dari Bank Indonesia.[6]

Tujuan dilaksanakan kliring oleh Bank Indonesia adalah:
a.       Untuk memajukan dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral.
b.      Agar perhitungan penyelesaian uutang piutang dapat dilaksanakan lebih mudah, aman dan efisien.
3.      Inkaso (Colletion)
Yaitu jasa bank untuk menagihkan warkat-warkat yang berasal dari luar kota atau luar negeri. Inkaso ini juga dapat diartikan pencairan warkat-warkat yang kita peroleh dari luar kota aupun dari luar negeri.
Warkat-warkat yang dapat diinkasokan atau ditagihkan adalah: cek, bilyet giro, wesel, kuitansi, surat aksep, deviden, kupon, money order dan surat berharga lainnya.
Lama penagihan warkat dan besarnya biaya tagih yang dibebankan kepada nasabah tergantung bank yang bersangkutan. Biasanya lamanya berkisar 1 minggu sampai 4 minggu. Proses penyelesaian inkaso yaitu inkaso berdokumen dan inkaso tidak berdokumen.[7]
4.      Jasa Penyimpanan Dokumen (Safe Deposit Box)
Safe Deposit Box (SDB) Yaitu jasa-jasa persewaan kotak untuk menyimpan dokumen atau surat-surat berharga. Pembuatan SDB dilakukan dengan 2 buah anak kunci, dimana satu dipegang bank dan satu lagi dipegang nasabah.
Surat-surat berharga yang dapat disimpan dalam SDB adalah: sertifikat depodito, sertifikat tanah, saham, obligasi, surat perjanjian, akte kelahiran, surat nikah, ijazah paspor dan surat wasiat. SDB juga dapat digunakan untuk menyimpan barang-barang berharga seperti emas.
Biaya yang dikenakan kepada nasabah adalah biaya sewa, biaya setoran jaminan yang mengendap dan biaya layanan kepada nasabah.
Keuntungan yang dapat diperoleh nasabah adalah dari segi keamanan dan kerahasiaan.[8]
5.      Jasa Kartu Kredit (Bank Card)
Bank Card merupakan “Uang Plastik” yang dikeluarkan bank. Kegunaannya untuk pembayaran di tempat-tempat tertentu, kartu ini juga dapat diuangkan di ATM (Automated Teller Machine).
Jenis bank kredit yaitu kredit card dan debet card. Keuntungan bank adalah saat memperoleh iuran tahunan.
6.      Jasa Valuta Asing (Bank Notes)
Yaitu uang kartal yang dikeluarkan dan diterbitkan oleh bank luar negeri. Bank notes juga disebut “devisa tunai” yang mempunyai sifat-sifat seperti uang tunai. Penjualan bank notes dilakukan antar bank dan juga  diperjualbelikan di travel dan  pedagang valuta asing.
Dalam transaksi jual beli bank notes menggunakan kurs (kurs jual dan kurs beli). Kurs ini dikeluarkan oleh Bnak Indonesia, dimana isinya adalah perbandinagn antara nilai tukar mata uang rupiah dengan valuta asing.[9]
7.      Jasa Cek Wisata (Traveler Cheque)
Yaitu nama cek wisata atau cek perjalanan yang biasa digunakan oleh mereka yang hendak berpergian atau seringdibawa turis. Penggunaan cek wisata dapat diuangkan dan dapat dibelanjakan di berbagai tempat terutama di bank yang mengeluarkan tersebut melakukan pengikatan dan perjanjian.
8.      Jasa Letter of Credit (L/C)
Yaitu salah satu jasa bank yang diberikan kepada masyarakat untuk memperlancar arus barang termasuk barang dalam negeri. Kegunaan letter of credit adalah untuk menampung dan menyelesaikan kesulitan-kesulitan dari pihak pembeli (importir) maupun penjual (eksportir) dalam transaksi perdagangan.[10]
9.      Bank Garansi
Yaitu jaminan pembayaran yang diberikan oleh bank kepada suatu pihak baik perorangan, perusahaan atau badan/lembaga lainnya dalam bentuk surat jaminan.
Dalam pemberian fasilitas bank ada 3 pihak terlibat, yaitu: pihak penjamin (bank), pihak terjamin (nasabah) dan pihak penerima jaminan (pihak ketiga).[11]
10.   Jasa-Jasa di Pasar Modal
Di dalam pasar modal, pihak perbankan mempunyai peranan yang sangat besar dalam rangka memajukan perkembangan pasar modal.


Jasa-jasa bank yang diberikan antara lain:
a.       Penjamin emisi
b.      Wali amanat yaitu bank menjadi amanat dalam emisi obligasi
c.       Perantara perdagangan efek/pialang yaitu bank perantara jual beli efek
d.      Pedagang efek
e.       Perusahaan pengelola dana
11.   Jasa Penyetoran Dana
Jasa diutamakan untuk membantu nasabah dalam mengumpulkan pembayaran lewat bank, yaitu antara lain:
a.       Pembayaran listrik
b.      Pembayaran telepon
c.       Pembayaran pajak
d.      Pembayaran rekening air
e.       Dan pembayaran lainnya.[12]
12.   Jasa Pembayaran Dana
Dalam hal ini bank jasa bank antara lain:
a.       Membayar gaji
b.      Membayar Pensiun
c.       Membayar Bonus
d.      Membayar Hadiah
e.       Membayar deviden.[13]



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Jasa-jasa bank lainnya merupakan kegiatan perbankan yang ketiga. Kelengkapan jasa bank yang diberikan sangat tergantung dari kemampuan bank tersebut, baik dari segi modal, perlengkaan fasilitas sampai kepada karyawan yang mengoperasikannya.
Perbankan juga memperoleh keuntungan lainnya yaitu dari transaksi yang diberikan dalam jasa-jasa bank lainnya antara lain: biaya administrasi, biaya kirim, biaya tagih, biaya provinsi dan komisi, biaya sewa serta biaya iuran.
Jenis-jenis jasa bank yang dapat dikatakan lengkap untuk ukuran perbankan di Indonesia dewasa ini antara lain: jasa transfer, jasa kliring, jasa inkaso, jasa penyimpanan dokumen, jasa bank credit, jasa bank notes, jasa cek wisata, jasa letter of credit, jasa bank garansi, jasa jasa di pasar modal, jasa penyetoran dana dan jasa pembayaran dana.


















DAFTAR PUSTAKA
Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002
Kasmir, Manajemen Perbankan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002.
Subagyo, Bank dan Lembaga Keuangan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta, 2002
Totok Budi Santoso Dan Sigit Triandaru, Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya, Salemba Empat, Jakarta, 2006


[1] Kasmir, Manajemen Perbankan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002, hlm. 107
[2] Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002, hlm. 135
[3] Ibid, hlm. 136
[4] OpCit, Kasmir, Manajemen Perbankan, hlm. 110
[5] OpCit, Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, hlm. 138
[6] Totok Budi Santoso Dan Sigit Triandaru, Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya, Salemba Empat, Jakarta, 2006
[7]OpCit, Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya,  hlm. 143
[8] OpCit, Kasmir, Manajemen Perbankan, hlm. 115
[9] Ibid, hlm.121
[10] OpCit, Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, hlm. 153
[11] Ibid, hlm. 157
[12] OpCit, Kasmir, Manajemen Perbankan, hlm. 130
[13] Ibid, hlm. 131

Analisis Disiplin Preventif Dan Disiplin Korektif Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Suatu perusahaan yang didirikan mempunyai beberapa tujuan, tujuan yang dimaksud adalah mencari laba, berkembang kearah yang lebih baik, memberi lapangan kerja, memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang atau jasa. Tujuan perusahaan dapat dicapai apabila manajemen mampu mengelola, menggerakan dan menggunakan sumber daya manusia yang dimilikinya secara efektif dan efisien. Perusahaan adalah organisasi yang merupakan kumpulan orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Peranan manusia dalam organisasi sebagai karyawan sangatlah penting, karena hidup matinya organisasi semata-mata tergantung pada manusia. Karyawan merupakan faktor penting dalam setiap organisasi baik dalam pemerintah maupun swasta. Karyawan merupakan faktor penentu dalam pencapaian tujuan perusahaan ataupun instansi secara efektif dan efisien,  karyawan yang menjadi penggerak dan penentu jalannya organisasi . untuk mencapai produktifitas kerja karyawan yang tinggi bukan hal mudah untuk dilaksanakan. Faktor yang sangat penting untuk mencapai produktifitas kerja yang tinggi adalah pelaksanaan disiplin kerja dari para karyawan, karena hal tersebut merupakan salah satu faktor penentu bagi keberhasilan dan kemajan dalam mencapai tujuan perusahaan.
Tujuan disiplin adalah untuk mendorong karyawan berperilaku bijaksana ditempat kerja, dimana menjadi bijaksana didefinisikan sebagai taat kepada peraturan dan keputusan. Dalam sebuah organisasi aturan dan keputusan melayani tujuan yang sama seperti yang dilakukan undang-undang dalam masyarakat; disiplin ditegakan bila salah satu dari aturan dan keputusan ini dilanggar.[1] Ada kalanya perlu memperhatikan para karyawan yang tidak produktif dengan memiliki tenaga kerja yang rendah dan menanyakan mereka dan atau saling mengoreksi secara terbuka mengapa mereka mempunyai produktifitas atau kinerja yang rendah.[2]
Begitu banyak orang, baik secara pribadi atau kelompok yang belum, bahkan mengindahkan kedisiplinan ini. Secara pribadi seseorang yang tiba-tiba jatuh sakit, secara tidak disadari adalah disebabkan oleh karena mengkonsumsi makan/minuman yang kurang atau tidak disiplin. Kekurangan kedisiplinan dalam memanajemen suatu perusahaan juga dapat mengakibatkan kerugian bahkan menjatuhkan perusahaan itu sendiri. Dari sisi karyawan banyak yang tidak disiplin sehingga kinerja dari para karyawan yang tidak disiplin itu kurang memuaskan dan mengakibatkan tidak tercapainya target perusahaan.[3]
Disiplin merupakan suatu kondisi atau sikap hormat yang ada pada diri karyawan terhadap peraturan dan ketetapan perusahaan. Dengan demikian bila peraturan dan ketetapan yang ada dalam perusahaan itu diabaian atau sering dilanggar maka karyawan akan mempunyai disiplin kerja yang buruk. Sebaliknya bila karyawan yang tunduk pada ketetapan dan peraturan perusahaan, menggambarkan adanya kondisi disiplin yang baik. Dalam arti yang lebih sempit dan lebih banyak dipakai, disiplin berarti tindakan yang diambil dengan penyeliaan untuk mengoreksi perilaku dan sikap yang salah pada sementara karyawan (siagian, 2002)[4]. Bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana yaitu:
1.      Tingginya rasa kepedulian karyawan terhadap pencapaian tujuan perusahaan.
2.      Tingginya semangat dan gairah kerja dan inisiatif para karyawan dalam melakukan pekerjaan.
3.      Besarnya tanggung jawab karyawan melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya.
4.      Perkembangan rasa memiliki dan rasa solidaritas yang tinggi dikalangan karyawan.
5.      Meningkatkan efisiensi dan kinerja para karyawan.
Disiplin kerja adalah suatau alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma yang berlaku. Sebagai contoh;
1.      Beberapa karyawan terbiasa terlambat untuk bekerja. 
2.      Mengabaikan prosedur keselamatan.
3.      Tindakan yang tidak sopan kepada pelanggan.
4.      Terlibat dalam tindakan yang tidak pantas.
Disiplin karyawan memerlukan alat komunikasi terutama pada peringatan yang bersifat spesifik terhadap karyawan yang tidak mau berubah sifat dan perilakunya. Penegakan disiplin karyawan biasanya dilakukan oleh penyedia. Sedangkan kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela mentaati semua  peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya.[5]
            Pembahasan disiplin pegawai dalam sumber daya manusia berangkat dari pandangan bahwa tidak ada manusia sempurna, luput dari kekhilafan dan kesalahan. Oleh karena itu setiap organisasi perlu memiliki bergbagai ketentuan yang harus ditaati kepada anggotanya, standar yang harus dipenuhi. Disiplin merupakan tindakan manajemen untuk mendorong para anggota organisasi memenuhi tuntutan berbagai ketentuan tersebut. Dengan perkatan lain pendisiplinan pegawai adalah suatu bentuk pelatihan yang berusaha memperbaiki dan membentuk pengetahuan, sikap dan perilaku karyawan sehingga para karyawan tersebut secara sukarela berusaha bekerja secara kooperatif dengan para karyawan lainnya serta meningkatkan prestasi kerjanya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat dua jenis disiplin dalam organisasi, yaitu yang bersifat preventif dan yang bersifat korektif.[6]
1.      Disiplin preventif. Disiplin yang bersifat preventif adalah tindakan yang mendorong para karyawan untuk taat kepada berbagai ketentuan yang berlaku dan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Artinya melalui penjelasan dan kejelasan tentang sikap dan tindakan dan perilaku yang diinginkan dari setiap anggota organisasi diusahakan pencegahan jangan sampai para karyawan berperilaku negatif.
2.      Disiplin korektif. Jika ada karyawan yang nyata-nyata telah melakukan pelanggaran atas ketentuan ketentuan yang berlaku atau gagal dalam memenuhi standar yang telah ditetapkan kepadanya dikenakan sanksi disipliner. Berat ta ringannya suatu sanksi tentunya tergantung dari bobot pelanggaran yang telah terjadi.
Disiplin yang baik mencerminkan besarnya tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Hal ini mendorong gairah kerja, semngat kerja dan terwujudnya tjuan perusahaan. Melalui disiplin akan mencerminkan kekuatan, krena biasanya seseorang yang berhasil dalam karyanya adalah mereka yang mempunyai disiplin yang tinggi. Guna mewujudkan tujuan perusahaan, yang harus dibangun dan ditegkan pertama kali adalah sikap kedisiplinan karyawannya. Jadi, kedisiplinan merupakan kunci keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan.[7]
Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis suatu organisasi. Kinerja dapat diketahui dan diukur jika individu atau sekelompok karyawan telah mempunyai kriteria atau standar keberhasilan tolak ukur yang ditetapkan oleh organisasi. Jika tanpa tujuan target yang ditetapkan dalam pengukuran, maka kinerja pada seseorang atau kinerja organisasi tidak mungkin dapat diketahui bila tidak ada tolok ukur keberhasilannya.[8]
Sebenarnya karyawan bisa saja mengetahui seberapa besar kinerja mereka melalui sarana informal, seperti komentar atau penilaian yang baik atau buruk dari atasan, mitra kerja, bahkan bawahan, tetapi seharusnya penilaian kinerja juga harus diukur melalui penilaian formal dan terstruktur. Namun, apabila penilaian kinerja tersebut mengacu pada pengukuran formal yang berkelanjutan, maka penilaian justru lebih lengkap dan detail karena sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, standar kinerja, perilaku dan hasil kerja bahkan termasuk tingkat absensi karyawan dapat dinilai.
Hubungan antara kedisiplinan dan kinerja karyawan sangat berkaitan karena sukses atau tidaknya tujuan organisasi sngat dipengaruhi oleh kedisiplinan para karyawannya.  Oleh karena itu suatu perusahaan memiliki aturan atau norma-norma yang harus dilaksanakan oleh setiap karyawan untuk mencapai tujuan organisasi. Kedisiplinan dalam setiap melakukan tanggung jawab karyawan adalah kunci keberhasilan suatu perusahaan, kedisiplinan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Bukan tidak mungkin jika karyawan dalam sebuah perusahaan melakukan kedisiplinan dengan benar maka perusahaan akan mencapai tujuannya dengan cepat dan tepat.
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh M Yanuar Rizaldi yang berkesimpulan bahwa apabila tingkat kedisiplinan karyawan semakin baik maka kinerja dari karyawan tersebut akan semain baik juga.
Dari hasil penelitian yang dilakukan Suwondo yang berkesimpulan bahwa disiplin kerja berpengaruh pada kinerja karyawan, disiplin kerja adalah faktr yang paling dominan dalam mempengaruhi kinerja karyawan, disamping itu peningkatan disiplin kerja dengan cara memberikan award bagi karyawan yang memiliki disiplin kerja yang tinggi penting ntuk dipertimbangkan agar karyawan dapat termotivasi untuk meningkatkan disiplin kerja dan dapat menjadi contoh karyawan lainnya.
BMT Makmur Mandiri Undaan Kudus adalah salah satu perusahaan yang bersifat jasa dimana tujuan dari  BMT Makmur Mandiri Undaan Kudus itu sendiri adalah berorientasi pada kepuasan pelanggan. Pelanggan akan merasa puas apabila semua karyawan bekerja dengan disiplin. Disiplin harus diterapkan dengan segera dan secepat mungkin serta dijalankan secara konsisten. Pelaksanaan disiplin kerja dalam instansi atau organisasi dimana mereka bekerja akan memperlihatkan sebagai organisasi yang sehat, suatu organisasi dengan iklim yang sehat, yang kuat dengan prestasi yang bisa di andalkan maka akan meningkatkan kinerja karyawan. Pelaksanaan kerja akan berjalan sebagaimana seharusnya, apabila tenaga jasa yang diberikan oleh persahaan sesuai dengan volume pekerjaan yang diberikan. Pada kenyataannya yang terjadi di BMT Makmur Mandiri Undaan Kudus, mendapatkan beberapa kendala dalam melaksanakan disiplin kerja. Yakni tentang tata cara aturan kerja yang berkaitan dengan disiplin kerja.
Berdasarkan observasi awal di lapangan dengan salah satu karyawan di BMT Makmur Mandiri Undaan kudus, menerangkan bahwa masih banyak pelanggaran aturan dan norma-norma disiplin kerja. Padahal sudah dijelaskan secara tertulis maupun lisan tentang aturan dan norma-norma yang harus ditaati dan dijalankan oleh semua karyawan di BMT Makmur Mandiri Undaan Kudus. Tetapi karyawan belum maksimal dalam melaksanakan disiplin kerja. Sehingga kinerja karyawan kurang maksimal atau tidak sesuai dengan target yang telah ditentukan. Manajer di BMT Makmur Mandiri Undaan Kudus juga sudah melakukan penegakan dan memberi arahan kepada karyawan untuk selalu menjaga dan melaksananakan disiplin kerja yang sudah ditetapkan. Tetapi hal itu hanya berlaku hanya beberapa hari saja dan selanjutnya terulang kembali pelanggaran yang berkaitan tentang kedisiplinan karyawan. Sebagai contoh, ada sebagian karyawan sering datang terlambat, tidak memakai seragam yang telah ditentukan, dan belum mencapai kinerja yang memuaskan.[9]
Berdasarkan Berdasarkan penjelasan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tugas akhir dengan judul “Analisis Disiplin Preventif Dan Disiplin Korektif Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Pada BMT Makmur Mandiri Undaan Kudus.”
B.     Fokus Penelitian
Berkaitan dengan judul yang penulis angkat yaitu mengenai Analisis Disiplin Preventif Dan Disiplin Korektif Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan pada BMT Makmur Mandiri Undaan Kudus. Fokus penelitian  pada penelitian ini adalah menganalisis Disiplin Preventif Dan Disiplin Korektif  dan kaitannya dengan kinerja Karyawan. yang bertempat di BMT Makmur Mandiri Undaan Kudus dan penelitiannya dilakukan pada tahun 2017. Sedangkan yang menjadi fokus penelitian ini adalah Disiplin Preventif Dan Disiplin Korektif Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan. Dimana pelakunya adalah manajer dan karyawan yang bersangkutan.

C.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas tersebut maka permasalahan yang diangkat adalah:
1.      Bagaimanakah pelaksanaan disiplin preventif dan disiplin korektif di BMT Makmur Mandiri Undaan Kudus?
2.      Bagaimana kinerja karyawan di BMT Makmur Mandiri Undaan Kudus?
3.      Bagaimana peran disiplin preventif dan disiplin korektif dalam meningkatkan kinerja karyawan di BMT Makmur Mandiri Undaan Kudus?

D.    Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah yang telah dipaparkan, penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan disiplin preventif dan korektif di BMT Makmur Mandiri Undaan Kudus.
2.      Untuk mengetahui dan menganalisis kinerja karyawan di BMT Makmur Mandiri Undaan Kudus.
3.      Untuk mengetahui dan menganalisis disiplin preventif dan disiplin korektif dalam meningkatkan kinerja karyawan di BMT Makmur Mandiri Undaan Kudus.

E.     Manfaat penelitian
Dalam penelitian yang penulis lakukan, terdapat beberapa manfaat baik secara teoritis maupun praktis.
1.      Manfaat Teoritis
a.       Hasil dari penelitian ini dapat bermanfaat bagi penerapan dan pengembangan STAIN KUDUS dalam hal disiplin preventif dan disiplin korektif untuk meningkatkan kinerja karyawan STAIN KUDUS.
b.      Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi khazanah pustaka bagi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN ) Kudus.
2.      Manfaat Praktis
a.       Sebagai bahan masukan bagi manajemen BMT Makmur Mandiri Undaan Kudus dalam menentukan kebijakan yang berhubungan dengan disiplin kerja karyawan.
b.      Memberikan bahan kajian kepada pembaca mengenai disiplin preventif dan disiplin korektif dalam meningkatkan kinerja karyawan.
c.       Digunakan sebagai langkah awal bagi peneliti untuk menerapkan pengetahuan berupa teori-teori di bidang manajemen sumber daya manusia (MSDM) yang didapat di bangku perkuliahan khususnya berkaitan dengan masalah yang menjadi obyek penelitian dan penerapannya di lapangan.

F.     Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan skripsi atau penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran serta garis-garis besar dari masing-masing bagian atau yang saling berhubungan, sehingga nantinya akan diperoleh penelitian yang sistematis dan ilmiah. Berikut adalah sistematika penulisan skripsi yang akan penulis susun:
1.      Bagian awal
Bagian ini memuat halaman judul, abstraksi, halaman nota pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, halaman pengantar, dan halaman isi.
2.      Bagian isi
Bagian ini terdiri atas 5 (lima) bab dan setiap babnya terdiri dari sub bab yaitu sebagai berikut:
Bab I         : Pendahuluan
Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, fokus penelitian, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian serta sistematika penulisan skripsi.
Bab II      : Landasan Teori
Bab ini berisi landasan teori dan bahasan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang sejenis dan juga mengungkapkan kerangka pemikiran.
Bab III     : Metode Penelitian
Bab ini berisikan dekripsi tentang bagaimana penelitian akan dilaksanakan secara operasional yang menguraikan jenis penelitian, pendekatan penelitian, waktu dan lokasi penelitian, subjek dan objek penelitian, instrument penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data dan uji keabsahan data serta analisis data.
Bab IV     : Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab ini berisi tentang deskripsi lokasi dan keadaan penelitian, hasil penelitian dan pembahasan.
Bab V      : Penutup
 Bab ini berisi tentang kesimpulan, saran dan penutup.
3.      Bagian akhir
Bagian akhir ini memuat daftar riwayat hidup penulis dan lampiran-lampiran.


[1] Gary Dessler, Manajemen Sumber Daya Manusia, PT Prenhallindo, Jakarta, 1998, Hlm. 275
[2] Ambar Teguh Sulistiyani, Manajemen Sumber Daya Manusia, Graha Ilmu, 2009, Hlm. 292
[3] Veithzal Rivai, Manajemen Sumberdaya Manusia Untuk Perusahaan, Rajawali Pers, jakarta, 2011, Hlm. 824
[4] Edy Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2009, Hlm 86
[5] Veithzal Rivai, Op.Cit,  Hlm. 825
[6] Sondang P Siagian, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bumi Aksara, jakarta, 2014, Hlm 305
[7] Edy Sutrisno, Op.cit, Hlm 98.
[8] Moeheriono, Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi, Raja Grasindo Persada, Jakarta, 2012, hlm. 95.
[9] Hasil Wawancara Dengan Karyawan BMT Makmur Mandiri Undaan Kudus, pada tanggal 10 september 2016, jam 14.00

Wednesday, May 2, 2018

panduan wawancara penelitian tentang disiplin karyawan


PANDUAN WAWANCARA MANAJER
1.      Apa tujuan penerapan disiplin preventif dan disiplin korektif di BMT Makmur mandiri?
2.      Terkait hal apa sajakah permasalahan kedisiplinan di BMT Makmur Mandiri?
3.      Apakah peraturan disiplin BMT Makmur Mandiri mampu untuk membangun kinerja karyawan?
4.      Apa saja hambatan-hambatan yang dihadapi manajer dalam menegakkan kedisiplinan?
5.      Apakah karyawan merasa takut atas sanksi yang diberikan jika mereka melanggar peraturan?
6.      Cara apa saja yang dilakukan dalam meningkatkan kedisiplinan terhadap para pegawai?
7.      Apakah karyawan tunduk dan patuh terhadap pimpinan?
8.    Bagaimana peran disiplin preventif dan disiplin korektif dalam membangun kinerja karyawan di BMT Makmur Mandiri?
9.   Bagaimana kinerja karyawan di BMT Makmur Mandiri sebelum dan sesudah mendapatkan sanksi kedisiplinan?
1.   Apa saja standar kinerja yang diterapkan di BMT Makmur Mandiri?
1.   Bagaimana cara mengukur kinerja karyawan di BMT Makmur Mandiri?
1 .   Seberapa sering kinerja karyawan diukur dan dievaluasi?
1.   Apakah metode yang digunakan BMT Makmur Mandiri untuk menilai kinerja karyawan?







PANDUAN WAWANCARA  KARYAWAN
1.      Apakah pegawai sudah melakukan visi dan misi organisasi?
2.      Apa tujuan kedisiplinan di BMT Makmur Mandiri?
3.      Terkait hal apa sajakah kedisiplinan di BMT Makmur Mandiri?
4.      Bagaimana menurut anda penerapan disiplin preventif dan disiplin korektif di BMT Makmur Mandiri?
5.      Apakah peraturan kedisiplinan yang ada di BMT Makmur Mandiri sudah anda lakukan?
6.      Apakah selama ini absensi berjalan lancar?
7.      Apa kendala yang sering terjadi ketika anda melakukan pelanggaran?
8.      Apakah anda merasa puas dan adil tentang penerapan kedisiplinan di BMT Makmur Mandiri?
9.      Bagaimana mengetahui kinerja yang anda lakukan, apakah kinerja anda sesuai standar kinerja yang ditentukan atau sebaliknya?
1.   Seberapa sering kinerja anda diukur dan dievaluasi?
.  .    Apa metode yang digunakan BMT Makmur Mandiri untuk menilai kinerja karyawan?
1.   Bagaimana peran disiplin preventif dan disiplin korektif dalam meningkatkan kinerja karyawan di BMT Makmur Mandiri?